Fastabiqul khaira


Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Second Bilingual (We Are Different) - December 2012

Aku pernah ingin segera pergi dari kalian. Aku pernah menantikan hari kelulusan cepat datang. Aku pernah menghitung setiap detik agar cepat berlalu. Dan benar saja, saat ini kita telah berada di penghujung tahun 2012, bulan 12. Dan sepertiga pertama tahun 2013 tak akan pernah menjadi lama lagi.

Kini, aku bingung. Aku merasa masih ingin bersama-sama. Ternyata kenangan itu memang sulit untuk dilupakan. Entah yang buruk ataupun yang baik... Terkadang pula, aku masih seperti yang dulu. berhadapan dengan beberapa orang yang terkadang membuatku kesal. Namun, tetap saja bulir-bulir cerita masa lalu mampu membinasakan semuanya.

Aku pernah mengutip kata-kata ini ke dalam Vega Tak Selamanya Bersinar. "Aku ya aku, aku bukan dia atau mereka". Vega tak selamanya bersinar, seperti kita yang tak selamanya bersama. Bukankah setiap perjumpaan itu membuahkan perpisahan?
Tapi, jujur saja perpisahan itu tidaklah indah dan mudah. Dulu aku pernah menantikan perpisahan, tapi sekarang TIDAK. Bayang-bayang kalian, teman-teman yang lain, dan guru-guru selalu ada setiap terlintas kata-kata perpisahan.

Diantara kita ada yang menjengkelkan, membosankan, menyakitkan hati, lebay, manja, egois, penyayang, penyabar, pokoknya masih banyak sifat yang tidak dapat diabsen satu per satu. Karena masing-masing dari kita mempunyai diri sendiri. Aku berbeda dengan kamu. Kamu berbeda dengan dia. Dia berbeda dengan mereka. Mereka berbeda dengan kamu ataupun aku. Tapi, justru karena kita berbeda, semua menjadi indah.

Aku masih ingat betul kala ada yang tidak yakin dengan Second Bilingual. Entah apa yang menjadikan indikator. Namun, aku percaya. Kita itu istimewa, kita itu memang tidak seperti yang lain, tapi kita lebih dari yang lain. Pepatah pernah mengatakan bahwa KEKURANGAN YANG KITA MILIKI BISA MENJADI KELEBIHAN yang bahkan orang lain tidak punyai.

Bersama dengan goresan ini, aku meminta maaf kepada kalian jika aku pernah menjadi orang yang tidak membuat kalian nyaman, membosankan, menyebalkan, dan egois. Karena setiap orang punya kesalahan, maka sebelumnya aku telah memaafkan semua kesalahan orang-orang yang pernah membuatku sakit hati..

We are different, but we are special. Try to become yourself and say it together. Trust me! And make our Second Bilingual more than the other...

Jumat, 16 Agustus 2013

Pembenaran dan Sampai Jumpa



Benar, jika rasa adalah nyata bagi setiap manusia. Benar, jika rasa adalah warna bagi kehidupan manusia. Benar, jika rasa adalah damba bagi setiap manusia.

Benar saja, bahwa terkadang rasa muncul begitu saja, namun memang benar jika ada orang bijak mengatakan bahwa “Seberapa lama kamu menyukai sesorang, selama itulah waktu yang kau butuhkan untuk melupakannya”.

Rasa itu bukan mainan, dan ia berbicara lebih pedas dibandingkan dengan mulut. Tak berdusta seandainya 5 kali bertemu dan 4 kali menjadi rival adalah bumbu yang paling menyengat. “Pertemuan pertama dan kedua adalah kebetulan, namun pertemuan ketiga dan selanjutnya adalah takdir”... dulu, membaca kalimat itu serasa melayang pada sosoknya. 2 kali LCC dan 2 babak lomba Pasiad. Fikirku pertemuan-pertemuan itu akan berakhir di kali kedua saat pergulatan akbar sains. Tapi ternyata masih 3 pertemuan setelah itu dan pada ketiganya kau adalah rivalku.

Waktu tak buta, waktu tak setega para pemekerja budak. Selaras dengan sikapmu yang datar, akhirnya aku menemukan fokus yang lebih nyata sekarang. Seperti yang pernah kukatakan jika “Cukup saja sampai batas ini, jika bisa lebih, maka konsentrasiku akan lebih terkuras lagi”... Terima kasih MIZ, pernah menjadi pewarna hidupku, tapi ingat bahwasannya kini kita tinggallah mantan rival. Entah kapan kan berjumpa lagi, yang jelas kudoakan semoga kau menjadi orang sukses... See you nex way...

Time : at the great July

Selasa, 15 Mei 2012

MIZ dalam Hati

Aku masih teringat kala itu. Memoriku masih kuat menyimpannya. Dia, orang yang saat ini membuatku sering tersenyum sendiri, telah menarik lebih dari sepertiga perhatianku. Aku sering bingung rasa apa yang sedang aku rasakan. Tapi, rasa ini muncul sejenak setelah kukenalkan pada hatiku kata "nge'fans" lama kelamaan, kini telah menjadi "suka:".
Bagi sebagian insan, ini adalah hal yang wajar. Namun kadang bagiku terasa bodoh. Aku baru bertemu dengannya sebanyak 2 kali, di Aula Dinas dan di SMP 1 Wng. Awalnya biasa saja, namun setelah pertemuan pertama, batinku bergejolak, rupanya aku menyukainya. Karena telah cukup lama tidak bertemu, akhirnya pertemuan kedua itu menghampiri juga. Rasa yang memudar, ternyata tumbuh kembali mengusik hidupku.
Wahai ia yang mengganggu pikiranku ini, mohon, ucapkan sedikit saja kata untuk menyiram kegersanganku atau sekedar balas inbox'ku di Facebook, aku akan bangga dan bahagia dengan itu. Aku tahu, itu gila dan membuatmu bingung atau risih, karena kamu mungkin lupa kepadaku. Tapi, suatu saat nanti kenalilah aku sebagai rivalmu dulu.
Terima kasih telah mengenalkan arti mengagumi secara long distance. Bagiku, cukup saja sampai batas ini, jika bisa lebih, maka konsentrasiku akan lebih terkuras lagi. Terima kasih untukmu...

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Duniaku

Aku... Apa yang dapat kugali dari diriku adalah potensiku. Setiap "aku" adalah pribadi yang berbeda. Menurutku pribadi, aku adalah dunia dalam panggung sandiwara.
Begitu pula aku. Duniaku adalah dunia bermain dan bersenang-senang. Namun, duniaku ini seperti siluet dalam diriku. Dunia memang indah, tapi sayat-sayatnya akan menembus ruang dan waktu sampai di akhirat nanti.
Aku orang yang keras kepala. Setiap tujuan awalku tak akan kurubah. Apa yang aku inginkan, akan aku pegang teguh. Keras kepalaku ini tingkat tinggi dan terkadang aku tak tahu mengapa seperti ini.
Aku orang yang cerewet dan pendiam. Saat aku cerewet, bukan main. Tapi kadang kala jika aku menjadi sosok pendiam, maka suaraku tak terdengar sedikitpun.
Aku adalah orang yang suka berteman. Setiap jenjang sekolahku, aku pasti mempunya banyak teman. Tapi, temanku yang abadi kini bukan teman sekelasku. Memang sahabatku yang dekat di kelas ada. Tapi, teman-teman yang kompleks menjadi sahabat baikku, bukan dari kelasku yang sekarang. Jujur saya. Terkadang aku benci dengan teman sekelasku, karena terkadang mereka terlalu egois dam mementingkan kepentingannya sendiri. Kadang, aku harus bekerja keras menjadi "kacung" mereka karena aku tak seberkuasa mereka. Kadang, aku harus menerima perintah yang jika tak kulaksanakan, maka banyak yang membicarakan aku dibelakangku. Kadang, aku menjadi bahan tertawaan mereka. Sebab, aku bukan makhluk sempurna. Kadang, aku hanya menjadi bahan adu domba. Karena, aku mereka angggap aman untuk dipakai namanya. Padahal, aku tidak nyaman.
Duniaku di rumah, di sekolah, atau di lingkungan itu berbeda-beda. Dewi fortuna tak menentu datangnya.
Duniaku ini bergantung pada teman-temanku yang dapat mewarnai kertas hidupku. Ya, satu-satunya makhluk yang mampu merubah duniaku adalah teman-temanku sendiri. Jika mereka menyayangiku, pastilah duniaku akan menyenangkan. Tapi, jika mereka hanya bisa memberikan pisau tajam, maka duniaku pasti tak seindah yang aku impi-impikan.
 Tapi, justru lebih banyak pisau daripada warna bahagia. Aku tak bisa membaca apa yang ada dalam pikiran mereka. yang aku tahu hanya. Menjalani hidup walau pahit manis merambah di hidupku. Semoga aku bisa menjalani duniaku dengan "aku" yang apa adanya.

Penuh WARNA atau dihantam PISAU ?

Sabtu, 12 Februari 2011

Sahabat... Sahabat... Sahabat...

Sahabat..
Ya. Kata itu selalu kita ucapkan...
Sahabat memanglah segalanya... Tapi, kadang sahabat juga tak berarti jika di aberkhianat. Sama saja dia menusuk dari belakang.
Sebenarnya, apa sih arti sahabat itu ? Untuk saya pribadi, sahabat itu selalu ada saat kita membutuhkan saat suka maupun duka, mau berbagi, tulus bersahabat, tidak membicarakan sahabatnya dibelakang, setia menjalin persahabatan, dan yang gak kalah penting sahabat itu bisa memaklumi kekurangan sahabatnya sendiri.
Kadang, sahabat yang kita anggap sohib, ternyata berbalik. Menghianati sahabatnya sendiri hanya karna mungkin dia iri. Padahal, iri  itu tidak baik. Lebih baik kita belajar dari teman kita itu. Siapa tahu kita bisa jadi seperti mereka. Bukannya lebih bermanfaat ???
Ya, seperti itulah. Karna kita sendiri pun sering tak bisa memaklumi sahabatnya sendiri. Jadi berkacalah kepada orang yang mampu menjadi sahabat baik melebihimu untuk sahabatmu.

Jika teman kita memiliki kekurangan, janganlah engkau jelek - jelekkan. Terimalah dia. Motivasi dia ! Kalau sahabatmu mampu berubah karenamu, itu pahalanya besar. Banyak acungan jempol. Kitapun menjadi contoh bagi banyak orang.... Bermanfaat, kan ?

Selain itu, kita juga harus berusaha menjadi sahabat terbaik untuk sahabat kita. Oke ?


(Sedikit banyak cerita pribadi di kehidupan)

Senin, 06 Desember 2010

Inilah Hidup

Setiap langkah kakiku, kini menjadi perhitungan.......
Setiap butir kata, kini menjadi pertimbangan

Hidup sekarang telah berubah,..... Kini aku harus bersiap menjadi orang..... Dulu jika aku masih bebas bermain, semua bagaikan bulu yang dihambur - hamburkan... terbang bebas tak dihiraukan,,,,.......
Tapi, kini aku telah berubah dan aku harus berubah... Akupun harus mulai berfikir dalam bertindak dan lebih dewasa..... Belajarku untuk masa depan harus aku pikirkan dan aku lakukan secara rutin. Tak lain dan tak bukan adalah untuk bahan persiapanku menyongsong masa depan.

Belajar menjadi orang yang menghargai orang lain, dan menghormati orang lain... Adalah kunci awal kita meraih kesuksesan,... karena dengan saling menghormati dan menghargai, kita menjadi sadar akan adanya hidup bersama, dan itulah kunci emas kita untuk meraih kehidupan kita di masa depan kelak.

Pedoman hidupku sekarang adalah : Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Mengapa ?
Karena, di dalam roda kehidupanku, tak jarang pula aku gagal... Malah aku sering gagal. Tetapi, dari kegagalan itu, aku mendapat batu pijakan untuk berhasil di kesempatan berikutnya, atau sebagai jembatan emasku untuk menjadi yang terbaik

Kata - kata yang sekarang menjadi peganganku adalah : You are always help the other people. Because, that goodness character...... ( Selalulah kamu membantu orang lain, Karena itu adalah perbuatan yang terpuji )
Mengapa kata - kata itu sekarang menjadi peganganku ?
Karena, kita adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, jika kita membantu orang lain, Insyaallah jika kita membutuhkan bantuan orang lain, kita akan mereka bantu pula.

Dan INILAH HIDUP..............!!!!!!!!!!!!!! Roda berputar yang tak henti dan ribuan bait puisi kehidupan.

Minggu, 05 Desember 2010

Ceritaku Pertama Mengenal Bangku Sekolah

Namaku MAULIDA ABDILLAH ALFARUQY. Aku lahir di Wonogiri, 12 November 1997. Ayahku bernama Drs.WIYONO, MSI. Ibuku bernama Dra. SITI SAFUROH, MSI. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku bernama Muhammad Zulfa Alfaruqy.
Keluarga kecilku ini tinggal di sebuah desa yang bisa dikatakan desaaaaaaaa sekali atau bahkan bisa dikataka sebagai kota...... Tanjungsari RT 13 RW IV, Talunombo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah 57673.
Tahun ini aku baru saja lulus dari sebuah sekolah yang hebat mahadahsyat..... di sekolah inilah aku mulai mengenal A, B, C, ... aku mulai menlis, mengenal dunia. dan start awalku untuk belajar membaca.
Ya. SD.... Aku baru saja lulus SD. SD hebat yang berhasil mendidik siswa seangkatanku hingga mereka berhasil sekolah di sekolah impian mereka. "SD NEGERI 1 TALUNOMBO" Teman - teman seangkataku hanya berjumlah 19 orang. Tapi kami saling menyayangi. Samapi sekarang 19 nama itu masih ada di benakku dan selalu ada. Karena 6 tahun bukanlah waktu yag singkat,,,,,.....
Sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 SD tentunya banyak hal - hal menarik yang terjadi. Hingga akhirnya aku harus berpisah dengan mereka di hari kelam kelabu yang membuat aq menjatuhkan butir butir air mataku. Hari perpisahan yang memilukan itu tak lain adalah Kamis, 24 Juni 2010. Dan itulah saat terakhirku menjadi bagian dari SD NEGERI 1 TALUNOMBO.
Tak terasa 6 tahun berlalu... sungguh singkat... perpisahan itu membuat aku merasakan duka berpisah dengan sahabatku sebelumnya. Bukan dalam artian berpisah dengan sahabat TK tidak menyakitkan, Tapi itulah sulitnya berpisah dengan kawan yang telah belajar bersama dan tinggal bersama di sekolah dasar selama 6tahun. Saat itu SD NEGERI 1 TALUNOMBO di bawah pimpinan Pak Ali Supomo, A.Ma. Pd.

Sekarang aku sudah kelas 7 SMP. Aku bersekolah di SMP NEGERI 1 BATURETNO  tepatnya di kelas 7 Bilingual.....
Setiap aku pergi maupun pulang ke rumah, ada pemandangan indah yang selalu aku lewati..., Itu tak lain dan tak bukan adalah SD NEGERI 1 TALUNOMBOku tercinta....  Aku selalu menangis di dalam hati,.,.,.  Aku memang bahagia dan senang sekolah di SMP sekarang. Tapi, tak mudah bagi seorang Maulida Abdillah Alfaruqy untuk melupakan walau hanya sedetik sekolah SDnya itu.. Karena, di sanalah awalmula aku belajar menjadi orang, belajar mengenal dunia, belajar menghargai orang sejakdini, dan belajar apapun sejak awal di SD itulah aku mulai.....

Wahai guru - guru SDku! Aku tak akan pernah melupakan kalian.... nama kalian telah terukir di dalam lubuk hatiku.... Semacam tirta kehidupan Nur Zaman. Terima kasih Guru - guru SDku !!!
Sekarang, jika aku melewati SD ku itu dadaku terasa sesak tak terperikan.. Disanalah tempatku pertama mengenal A,B,C mengenal membaca, mengenal dunia, dan masih banyak lagi.
Sampai sekarang, aku masih mengenang dan mengingat mereka. Dan AKU TAK KAN PERNAH MELUPAKAN GURU GURU SDKU begitu juga KAWAN KAWAN SDKU. Pegang Janjiku itu, Pak/Bu Guru, Teman teman SDku


Spesial Teruntuk : Pak Ali Supomo, A.Ma.Pd, Pak Sukamto, A. Ma. Pd ( Guru Kelas 6ku / Guru IPA, Guru Matematika, Guru Bahasa Jawa) , Bu Wahyuni, A. Ma ( Guru kelas 5ku / Guru Bahasa Indonesia ), Pak Saiman, A.Ma dan BU Soinah, S. Pd. SD. ( Guru Kelas 4ku / Guru IPS ), Bu Sularsih ( Guru kelas 3ku ), Bu Sri Hartanti, A. Ma. Pd ( Guru Kelas 2ku / Guru Kesenian ), Pak Kasdi ( Guru Kelas 1ku), Pak Sahli, A.Ma ( Guru Agama Islam ), Bu Sugiyanti ( Guru Agama Kristen- Katholik ), Pak Suroto ( Guru Olahraga ), Pak Sulardi ( Guru multitalenta IPA, IPS, Matematika, Kesenian, pinter Olahraga)Bu Yuni Sumartyani ( Guru Pkn ), Bu Haryani ( Guru Bahasa Inggris ), Pak Djaiz ( Penjaga Sekolah ).

Dan 19 orang murid yang baik - baik itu :

Tri Wibowo
Aris Subroto
Erma Tri Hastuti
Tri Prasetyo
Iput Puspita Wardiana
Tri Ari Setyawan
Bella Mardhika Putri
Cintya Agustina Mawarni
Dawson Emeraldo
Deta Setyawan
Gustabtri Inez Fauziyyah
Liza Tyas Tika
MAULIDA ABDILLAH ALFARUQY
Nur Jannah
Doni Ardiansyah
Retno Wati
Rosita Kusumaningrum
Rustardianto Aji Pratama
Cahyo Agung Prabowo




THANKS ALL............