Fastabiqul khaira


Kamis, 30 Agustus 2012

TEKNIK PENGIRIMAN NASKAH KE MEDIA, ALAMAT EMAIL REDAKSI BERBAGAI MEDIA, & CONTOH SURAT PERNYATAAN HAK PUBLIKASI

Teknis Standar Pengiriman Naskah

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.

Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomor rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN.

Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.
“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”
Selesai.

Tarik napas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.
Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!

Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14
17 Januari 2012 09:29 WIB


Contoh Surat Pengantar Pengiriman Naskah

Dari                : Saroni Asikin
Kepada           : sastra@jawapos.co.id Jawapos
Dikirim            : Kamis, 15 September 2011 5:25
Judul               : Cerpen STRIPTEASE DI JENDELA–Saroni Asikin

Semarang, 15 September 2011

Kepada
Yth. Redaktur Cerpen Jawa Pos

Dengan hormat,
Bersama ini saya kirimkan sebuah cerpen saya bertajuk “STRIPTEASE DI JENDELA” (dalam Lampiran). Saya sangat berharap cerpen ini Anda baca dan kelayakan pemuatannya sepenuhnya hak Anda. Atas pembacaan dan pertimbangan Anda, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,

Saroni Asikin
saroniasikin@yahoo.co.id
Tlp. 081390317733
Rek Mandiri Pati 1350005188246 a.n. Saroni Asikin

===========================================================

*INSERT: Contoh Surat Pernyataan/Keterangan Hak Publikasi
(sumber: admin Veronica B. Vonny)
SURAT KETERANGAN HAK PUBLIKASI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

N a m a : ........
Pekerjaan : ........
A l a m a t : ........
Nomor HP : ........

Menerangkan bahwa tulisan saya yang berjudul ............. belum pernah dipublikasikan di media apa pun dan apabila tulisan tersebut dimuat di media ........... (nama media tersebut) yang Bapak/Ibu pimpin, hak publikasi tulisan saya tersebut saya serahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen ......... (nama media tersebut).

Demikian surat keterangan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan agar digunakan sebagaimana mestinya.

.............. (lokasi dan tanggal)
Dibuat oleh,


............. (tanda tangan dan nama jelas)

============================================================

*lanjutan dari sumber pertama:

BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Republika
sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp 400.000 (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.
2. Kompas
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp 1.000.000 (tanpa potong pajak), honor puisi Rp 500.000 (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
3. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomor hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp 700.000 honor puisi Rp 600.000 (pernah Rp 250.000 s.d. Rp 700.000 referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.
4. Jawa Pos
sastra@jawapos.co.id
Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp 1.000.000 (potong pajak), honor puisi Rp 500.000 (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.
5. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp 350.000 (potong pajak), honor puisi Rp 190.000 (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.
6. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
Honor cerpen Rp 400.000 (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
7. Suara Karya
redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com, redaksisk@yahoo.com
Honor cerpen Rp 150.000 (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp 400.000 (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
9. Seputar Indonesia
redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com
Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp 400.000 (potong pajak), honor puisi Rp 190.000 (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
10. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com
Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp 350.000 (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
11. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp 200.000 (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
12. Kedaulatan Rakyat
redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com
Honor cerpen Rp 400.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
13. Joglo Semar (Yogyakarta)
harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp 150.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
14. Minggu Pagi (Yogyakarta)
we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp 150.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi
15. Surabaya Post
redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com
Honor cerpen Rp 150.000 (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
16. Radar Surabaya
radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp 200.000 (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
17. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
Honor cerpen Rp 200.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.
18. Berita Pagi (Palembang)
huberitapagi@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
19. Sumatera Ekspres (Palembang)
citrabudaya_sumeks@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
20. Padang Ekspres
yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 s.d. Rp 125.000, honor puisi Rp 75.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.
21. Haluan (Padang)
nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp 150.000 honor puisi Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
22. Singgalang (Padang)
hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp 50.000, hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
23. Riau Pos
budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com
Honor cerpen Rp 150.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
24. Sumut Pos
redaksi@hariansumutpos.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
25. Jurnal Medan
nasibts@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
26. Analisa (Medan)
rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
27. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp 100.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
28. Jurnal Cerpen Indonesia
jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp 250.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
29. Majalah Horison
horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp 350.000 honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.
30. Majalah Esquire
cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp 1.000.000 (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
31. Majalah Sabili
elkasabili@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp 200.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
32. Majalah Suara Muhammadiyah
redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp 150.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
33. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp 250.000 ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.
34. Majalah Kartini
redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp 400.000 Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.
35. Majalah Alia
majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp 300.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
36. Majalah Femina
kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp 850.000 dan cair seminggu setelah dimuat.
37. Majalah Sekar
sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com
Honor cerpen Rp 400.000 dibayar sebulan setelah majalah terbit.
38. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrean pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp 250.000 maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
39. Majalah Gadis
redaksi.gadis@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp 500.000 Honor untuk Cerpen Rp 850.000 ditransfer seminggu setelah majalah terbit.
40. Majalah Annida-online
majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp 50.000 honor epik (cerita kepahlawanan) Rp 100.000, maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.
41. Majalah Bobo
bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp 250.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
42. Kompas khusus Cerpen Anak
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp 300.000. Resensi buku anak honor Rp 250.000. Honor cair tiga hari setelah pemuatan.
43. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp 400.000 hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

PERHATIAN!
Bagi rekan-rekan yang ingin berinteraksi langsung dengan para penulis di list Cerpenis lakonhidup, sila bergabung di Grup Cerpen Koran Minggu di Facebook. Terima kasih.


Sumber:
*dengan beberapa koreksi ejaan oleh admin Veronica B. Vonny.*
*Catatan: Angka2 honor di atas jangan terlalu dijadikan patokan karena bisa jadi sudah berubah (sumbernya saja tahun 2010). Terima kasih.
Semoga info ini berguna.

Copy Paste dari Veronica B Vonny, grup Facebook PEDAS-Penulis dan Sastra

Rabu, 16 Mei 2012

Saat Rindu Menghantam


Ketika nirwana mulai menjingga
Raja siang tergantikan oleh dewi malam
Semburat merah melukis langit barat
Mega-mega berarakan membentuk benteng perang

Angin sepoi-sepoi mrnghantam wajahku
Menyibak rambutku
Membelai lembut mata sembabku

Aku masih bertahan...
Meski hujan mengguyur
Meski terik menyapa
Meski dirimu tak di sini

Jauh di sana kulihat angsa-angsa berdansa
Lumba-lumba memecah ombak
Burung-burung bermigrasi

Aku masih bertahan...
Memanti hadirmu
Mereka bayangmu
Merekam setiam senyum simpulmu

Andai kau hadir bersama angin yang berhembus
Bangku ini tak sekedar saksi bisu
Atau selaksa cerita usang
Mengingatkan dalam kenangam masa lalu

Di bawah pohon itu
Daun kering berserakan
Siluetmu terlihat klise
Menyapu keheningan dalam diam

Aku masih bertahan...
Menunggu dalam ketidak pastian
Berharap awan lembayung membawamu kemari

Saat rindu menghantam,
Aku...
Masih...
Bertahan...
Hingga tahlil berkumandang
Dan nisan berdiri tegak

Rabu, 16 Mei 2012
Maulida Abdillah Alfaruqy

Selasa, 15 Mei 2012

MIZ dalam Hati

Aku masih teringat kala itu. Memoriku masih kuat menyimpannya. Dia, orang yang saat ini membuatku sering tersenyum sendiri, telah menarik lebih dari sepertiga perhatianku. Aku sering bingung rasa apa yang sedang aku rasakan. Tapi, rasa ini muncul sejenak setelah kukenalkan pada hatiku kata "nge'fans" lama kelamaan, kini telah menjadi "suka:".
Bagi sebagian insan, ini adalah hal yang wajar. Namun kadang bagiku terasa bodoh. Aku baru bertemu dengannya sebanyak 2 kali, di Aula Dinas dan di SMP 1 Wng. Awalnya biasa saja, namun setelah pertemuan pertama, batinku bergejolak, rupanya aku menyukainya. Karena telah cukup lama tidak bertemu, akhirnya pertemuan kedua itu menghampiri juga. Rasa yang memudar, ternyata tumbuh kembali mengusik hidupku.
Wahai ia yang mengganggu pikiranku ini, mohon, ucapkan sedikit saja kata untuk menyiram kegersanganku atau sekedar balas inbox'ku di Facebook, aku akan bangga dan bahagia dengan itu. Aku tahu, itu gila dan membuatmu bingung atau risih, karena kamu mungkin lupa kepadaku. Tapi, suatu saat nanti kenalilah aku sebagai rivalmu dulu.
Terima kasih telah mengenalkan arti mengagumi secara long distance. Bagiku, cukup saja sampai batas ini, jika bisa lebih, maka konsentrasiku akan lebih terkuras lagi. Terima kasih untukmu...

Rabu, 30 November 2011

Kenapa Kawan - MAA

Kawan...
Kenapa? Kenapa kau berubah?
Sering hati ini tak tahu mengapa kau berubah!
Kau tak seperti dulu.
Tak seperti saat pertama aku mengenalmu.

Kenapa? Kenapa kau berubah?
Kau tak seperti sang penghiburku dahulu.
Bahkan, kini kau adalah derita.
Derita di hidupku. Derita di hari hariku yg telah melelahkan.
Melelahkan karena aku tak lagi menemui kawan yg seperti dahulu.
Seperti alunan simphoni penyejuk jiwa.
Hingga kini tlah berjuta juta jam kuingin tahu kenapa kau berubah?
Tak pernah selesai.
Aku hanya ingin kau yg seperti dahulu.
Aku hanya ingin itu!

Selasa, 01 November 2011

Aku dan Duniaku

Aku... Apa yang dapat kugali dari diriku adalah potensiku. Setiap "aku" adalah pribadi yang berbeda. Menurutku pribadi, aku adalah dunia dalam panggung sandiwara.
Begitu pula aku. Duniaku adalah dunia bermain dan bersenang-senang. Namun, duniaku ini seperti siluet dalam diriku. Dunia memang indah, tapi sayat-sayatnya akan menembus ruang dan waktu sampai di akhirat nanti.
Aku orang yang keras kepala. Setiap tujuan awalku tak akan kurubah. Apa yang aku inginkan, akan aku pegang teguh. Keras kepalaku ini tingkat tinggi dan terkadang aku tak tahu mengapa seperti ini.
Aku orang yang cerewet dan pendiam. Saat aku cerewet, bukan main. Tapi kadang kala jika aku menjadi sosok pendiam, maka suaraku tak terdengar sedikitpun.
Aku adalah orang yang suka berteman. Setiap jenjang sekolahku, aku pasti mempunya banyak teman. Tapi, temanku yang abadi kini bukan teman sekelasku. Memang sahabatku yang dekat di kelas ada. Tapi, teman-teman yang kompleks menjadi sahabat baikku, bukan dari kelasku yang sekarang. Jujur saya. Terkadang aku benci dengan teman sekelasku, karena terkadang mereka terlalu egois dam mementingkan kepentingannya sendiri. Kadang, aku harus bekerja keras menjadi "kacung" mereka karena aku tak seberkuasa mereka. Kadang, aku harus menerima perintah yang jika tak kulaksanakan, maka banyak yang membicarakan aku dibelakangku. Kadang, aku menjadi bahan tertawaan mereka. Sebab, aku bukan makhluk sempurna. Kadang, aku hanya menjadi bahan adu domba. Karena, aku mereka angggap aman untuk dipakai namanya. Padahal, aku tidak nyaman.
Duniaku di rumah, di sekolah, atau di lingkungan itu berbeda-beda. Dewi fortuna tak menentu datangnya.
Duniaku ini bergantung pada teman-temanku yang dapat mewarnai kertas hidupku. Ya, satu-satunya makhluk yang mampu merubah duniaku adalah teman-temanku sendiri. Jika mereka menyayangiku, pastilah duniaku akan menyenangkan. Tapi, jika mereka hanya bisa memberikan pisau tajam, maka duniaku pasti tak seindah yang aku impi-impikan.
 Tapi, justru lebih banyak pisau daripada warna bahagia. Aku tak bisa membaca apa yang ada dalam pikiran mereka. yang aku tahu hanya. Menjalani hidup walau pahit manis merambah di hidupku. Semoga aku bisa menjalani duniaku dengan "aku" yang apa adanya.

Penuh WARNA atau dihantam PISAU ?

Senin, 18 April 2011

Penerang Sejati


Kelam … Sepi … Sunyi
Apakah yang kudengar kala itu ?
Aku teringat oleh sebuah nada
Nada – nada itu adalah nada – nada penerang

Setiap perkataannya aku dengar,
dan kucoba untuk mencerca
Kadang kala setan menggangguku
Aku tak mengerti apa yang ia maksud
Tapi, malaikat bersuara lembut itu merangkulku
Mendekatiku dengan alunan shimponinya

Malaikat itu memang berhati mulia
Ia bertekad untuk merubahku
Merubahku menjadi lebih baik
Tapi, niat tak sejalan dengan langkah kaki

Suatu saat nanti
Aku pasti akan tahu
Malaikat itu memang penerangku
Laksana lilin di tengah hutan belantara di malam gelap

Aku sadar
Suatu saat nanti aku akan tahu
Bahwa kala ini aku telah merugi
Andaikan aku tak menurutinya

Malaikatku... Guruku...
Penerangku di tengah miskinnya ilmuku ini
Kau tak pernah marah jika aku tak mengerti
Kau rangkul aku dan coba kau jelaskan padaku
Walau terkadang aku tak menghiraukanmu

Guruku... Malaikatku...
Malaikat yang merimbunkan pohon ilmuku
Penerang sejati di kegelapan tanpa ilmu

Jumat, 25 Maret 2011

Janjiku di Bahwah Cakrawala - Puisi

Sehelai benang salju
Kini telah menari – nari di ufuk Timur
Pagi menjelang disambut kokokan ayam
Angin menerpaku menusuk otot – otot lemasku

2 tahun lalu ...
Masih membekas betul semua itu
Ketika aku menggembara
Mencari pengalaman seindah bulu merak

Satuan hari sungguh tak berarti
Karena bulan akan menambah indah kala itu

Walau aku harus berpisah dengan handai taulan
Aku harus melakukan kehidupan sendiri
Aku tak menyesal ...

Awal kala itu, aku akui
Hampir setiap malam aku menangis
Aku ingin pulang !
Aku tak tahan di sini !
Mama, papa aku kangen !

Namun ...
Tempat itu memang ajaib
Semakin lama, tangis berubah menjadi tawa
Aku sadar , seorang malaikat telah menepuk pundakku
Dan menyadarkanku bahwa aku terlalu cengeng

Seiring bergantinya sang surya
Di Oktober berharga itu
Semakin aku tak ingin beranjak dari tempat ini
Walau misteri ada di dalamnya


Andai kalian tahu ...
Tempat itu adalah tempat yang sangat indah
Dan kalian merasa jadi orang beruntung
Jika kalian sempat hidup disana

Tempat itu tak lain dan tak bukan yakni
Panti Petirahan Anak Kartini
Tempat yang indah di antara dinginnya semerbak malam Tawangmanngu

Aku tak merasakan berlalunya 16 hari
Rasanya belum cukup
Aku ingin lebih lama di sana
Tapi, takdirku tak dapat kulawan
Telah dituliskan Tuhan sebagai suratku yang diketahui-Nya seorang diri

Aku pulang ke istana ini hingga kubernafas menuliskan sebait puisi
Aku tlah membawa bingkisan di awal Nopember dan telah kubuka bersama nyanyian senja
Bingkisan yang tlah terlukiskan di albumku
Bak pelangi di kegelapan malam berkawan lilin

Kini kisah klasikku tinggal cerita
Cerita hidupku yang kusimpan dalam nirwanaku yang tak bercahaya
Tak kan pernah lepas dari memoriku
Karena aku telah berjanji di bawah cakrawala
Bersaksikan gunung – gunung, burung – burung yang berkicau, dan seisi dunia ini yang fana
Akan kuingat dan kudekap erat
Hingga tlah kutemui ujung hidupku
Menerima surat kiriman Tuhan melalui Izrail