Fastabiqul khaira


Jumat, 25 Maret 2011

Janjiku di Bahwah Cakrawala - Puisi

Sehelai benang salju
Kini telah menari – nari di ufuk Timur
Pagi menjelang disambut kokokan ayam
Angin menerpaku menusuk otot – otot lemasku

2 tahun lalu ...
Masih membekas betul semua itu
Ketika aku menggembara
Mencari pengalaman seindah bulu merak

Satuan hari sungguh tak berarti
Karena bulan akan menambah indah kala itu

Walau aku harus berpisah dengan handai taulan
Aku harus melakukan kehidupan sendiri
Aku tak menyesal ...

Awal kala itu, aku akui
Hampir setiap malam aku menangis
Aku ingin pulang !
Aku tak tahan di sini !
Mama, papa aku kangen !

Namun ...
Tempat itu memang ajaib
Semakin lama, tangis berubah menjadi tawa
Aku sadar , seorang malaikat telah menepuk pundakku
Dan menyadarkanku bahwa aku terlalu cengeng

Seiring bergantinya sang surya
Di Oktober berharga itu
Semakin aku tak ingin beranjak dari tempat ini
Walau misteri ada di dalamnya


Andai kalian tahu ...
Tempat itu adalah tempat yang sangat indah
Dan kalian merasa jadi orang beruntung
Jika kalian sempat hidup disana

Tempat itu tak lain dan tak bukan yakni
Panti Petirahan Anak Kartini
Tempat yang indah di antara dinginnya semerbak malam Tawangmanngu

Aku tak merasakan berlalunya 16 hari
Rasanya belum cukup
Aku ingin lebih lama di sana
Tapi, takdirku tak dapat kulawan
Telah dituliskan Tuhan sebagai suratku yang diketahui-Nya seorang diri

Aku pulang ke istana ini hingga kubernafas menuliskan sebait puisi
Aku tlah membawa bingkisan di awal Nopember dan telah kubuka bersama nyanyian senja
Bingkisan yang tlah terlukiskan di albumku
Bak pelangi di kegelapan malam berkawan lilin

Kini kisah klasikku tinggal cerita
Cerita hidupku yang kusimpan dalam nirwanaku yang tak bercahaya
Tak kan pernah lepas dari memoriku
Karena aku telah berjanji di bawah cakrawala
Bersaksikan gunung – gunung, burung – burung yang berkicau, dan seisi dunia ini yang fana
Akan kuingat dan kudekap erat
Hingga tlah kutemui ujung hidupku
Menerima surat kiriman Tuhan melalui Izrail

Sabtu, 19 Februari 2011

Desa Di Ujung Cahaya ( Cerpen Karya Maulida A A )

Sore itu langit gelap tertutup awan hitam pekat. Petir mulai menyambar dan guntur berbunyi tak terelakkan. Tetapi, di tengah hutan, seorang anak kecil penggembara masih berkeliaran di hutan. Ternyata anak itu adalah Tatang. Ia berasal dari Negeri Baladewa. Ia pergi menggembara untuk menemukan desa tersembunyi yang konon katanya indah bagai surga. Nama desa itu adalah Desa Kahuripan. Kata sasepuh di negerinya, desa itu terletak di seberang hutan ini.
” Huh... Sudah 5 hari aku berjalan. Tetapi tak ada kepastian. Apa jangan – jangan aq hanya dibohongi? Ah.. Bodohnya aku!” kata Tatang.
Tatang mulai putus asa. Sempat terselip dibenaknya ia ingin kembali pulang. Tetapi, ia tak mungkin mau menyia – nyiakan usahanya yang telah 5 hari berjalan kaki. Oleh karena itu ia putuskan melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di bawah pohon mahoni, terdengar sayup – sayup suara.
” Tatang, jika kamu ingin menemui Desa Kahuripan, bencahlah kelapa muda yang berada di pohon kelapa dewa. Jika kamu berhasil, kamu akan menemui desa itu dan kamu akan bertemu dengan Dewa Brahma. Tetapi jika kamu gagal, kamu tak akan bisa pulang sebelum ada orang yang berhasil menemukan desa itu”
Tatang tersentak kaget. Dia bingung. Lantas dicarinya sumber suara itu. Tatapi nihil. Sesegera mungkin Tatang langsung bergegas mencari pohon kelapa dewa.
” Sebenarnya, di mana pohon kelapa dewa dan Desa Kahuripan itu ? “ teriak Si Tatang.
Berjam – jam dia cari letak pohon kelapa dewa. Tetapi, tidak juga diketemukan. Tatang lelah dan kehausan. Ia tertarik dengan kelapa muda. Tanpa pikir panjang, salah satu dari kelapa yang bergelantungan di pohonnya itu ia ambil dan ia minum.
Dipukulinya batok kelapa dengan batu lancip. Lama kelamaan kelapa berhasil berlubang. Tapi anehnya setelah airnya akan diminum, tak ada sedikitpun sisa air di dalam kelapanya. Tatang yang kesal kemudian melemparkan tempurung kelapa hingga terbelah menjadi 2.
Dari 2 batok kelapa itu muncul sinar. Tatangpun menghampirinya.
” Tatang, masuklah ke sini !”
” Suara apa itu ? Seperti suara yang tadi ! Apakah aku turuti saja ?
Ya sudahlah! Aku akan masuk ke cahaya itu dengan segala konsekuensi.” ucap Tatang.
Akhirnya Tatang masuk ke cahaya itu dan ikut lenyap bersamaan dengan cahaya yang tak tau ujungnya.
” Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... Brukkkkkkkkkkk .....”
” Aw! Sakit... Pendaratan yang tidak nyaman.” keluh Tatang.
” Aku di mana, ya ? Apakah aku telah sampai di Desa Kahuripan ? Tetapi, aku akui tempat ini indah sekali !” kata Tatang.
” Tatang, selamat. Kamu telah sampai di desaku, Desa Kahuripan. Aku salut dengan kerja kerasmu. “
Suara itu terdengar semakin jelas hingga sesosok laki – laki bertubuh tinggi tepat di hadapan Tatang.
“ Aku adalah Dewa Brahma. Aku penguasa di desa ini.” Kata laki – laki itu.
“ Dewa Brahma ? Berarti ini benar – benar Desa Kahuripan ? “ tanya Tatang.
” Iya. Ini Desa Kahuripan. Sebagai hadiah keberhasilanmu menemukan desa ini, aku akan memberika desa ini kepadamu dan akan kukabulkan 3 permintaanmu. ” kata Dewa Brahma.
” Aku ingin rakyat di negeriku pindah ke desa ini, hidup tentram dan damai disini, dan aku yang menjadi pemimpin desa ini. ” pinta Tatang.
” Baiklah permintaanmu aku kabulkan. ” kata Dewa Brahma.
Beberapa saat kemudian warga Negeri Baladewa berpindah ke Desa Kahuripan. Mereka hidup lebih nyaman dan tenteram di sana. Dan kini Tatang yang memerintah Desa Kahuripan.

Sabtu, 12 Februari 2011

Kremlin Di Moskow, Rusia

Kremlin di Moskow, Rusia


Moskow merupakan ibu kota kerajaan Rusia di bawah pimpinan Ivan the Great pada abad ke–15. Moskow kehilangan statusnya sebagai ibu kota saat Peter the Great memindahkannya ke Saint Petersburg tahun 1721. Meski demikian, Moskow tetap dilanjutkan sebagai pusat kebudayaan dan industri.
Kebesaran Moskow sebagai pusat pemerintahan Uni Soviet kembali pada tahun 1918, dalam pemerintahan Lenin. Beberapa tempat di Kremlin terbuka untuk umum dan banyak dikunjungi wisatawan. Karena Kremlin juga merupakan pusat pemerintahan, terkadang tempat – tempat wisatawan itu ditutup untuk umum tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kremlin adalah benteng bersejarah di pusat Moskow yang dibangun dari batu bata pada abad ke-15. Panjang temboknya lebih dari 2 km, tingginya hingga 19 m, lebarnya 3,5 - 6,5 m, luasnya 27,5 ha. Kremlin mempunyai 20 menara. Yang paling terkenal darinya ialah Menara Spasskaya ( tingginya 67,3 m ) dengan jam berdiameter 6 m.
Di Kremlin ada peninggalan lama seperti gereja - gereja dengan tempat pemakaman tsar - tsar Rusia. Di sini juga terdapat balai senjata di mana terdapat bermacam-macam barang pusaka termasuk : kereta kuda, mahkota, pakaian, perhiasan dan senjata kepunyaan tsar.
Dari luar, pemandangan Kremlin tampak tidak menarik, hanya bangunan dengan cat putih yang di atasnya terdapat kubah seperti kubah masjid berwarna kuning emas. Tetapi jika masuk ke katedral, kemegahan dan keindahan yang tak terbayangkan sebelumnya akan membuat kita terpesona dan berdecak kagum dan seluruh dindingnya penuh dengan lukisan indah. Sungguh mempesona! Sayang pengunjung tidak boleh memotret.
Kremlin, Moskow, tidak hanya sekadar pusat pemerintahan Rusia dan bukan semata – mata sebuah kompleks yang dikelilingi benteng dan menara – menara yang di ujungnya ada bintang – bintang dengan dominasi warna merah dan hijau. Tetapi, Kremlin adalah tempat untuk mempelajari dan menikmati kekayaan sejarah, budaya, religi, arsitektur, dan seni Rusia.
Selama berabad – abad, Kremlin menjadi saksi dari banyak peristiwa terkenal dan tragis dalam perjalanan sejarah Rusia. Senjata – senjata musuh mencoba meruntuhkan dinding Kremlin yang kokoh. Perayaan dan pemberontakan silih berganti terjadi di sekitar Kremlin. Namun, Kremlin kini tetap berdiri kokoh dan menjadi daya tarik Moskow.
Sekarang Kremlin, Moskow, merupakan salah satu museum terbesar di dunia. Di sini dapat dilihat tanda – tanda kebesaran negara Rusia, gambar – gambar yang luar biasa indah, harta kekayaan tsar Rusia, hingga katedral yang menakjubkan.
Kesohoran Kremlin itu berpadu dengan Lapangan Merah yang kini masuk sebagai warisan budaya yang dilindungi oleh UNESCO, salah satu badan Perserikatan Bangsa Bangsa.
Di dalam peta yang lazim diberikan kepada wisatawan, lokasi Kremlin begitu mencolok mata. Kompleks Kremlin yang hampir menyerupai bentuk segitiga dengan 20 menaranya memiliki beragam katedral, museum, hingga istana – istana yang indah.
Di luar benteng, ada Lapangan Merah dengan pusat perhatian pada Katedral Saint Basil yang memiliki kubah – kubah berwarna ceria, Kuburan Lenin, pusat perbelanjaan GUM, dan Museum Sejarah yang bangunannya berwarna merah.
Katedral yang ada di Kremlin juga sayang untuk dilewatkan. Dari luar, koleksi lain yang ada di sini adalah Meriam Kaisar yang merupakan meriam tertua dan terbesar di dunia. Lalu ada Bel Kaisar yang diletakkan di lantai yang sebagian pecah. Pemandu biasanya menyarankan pengunjung untuk menyentuh bel ini dan berdoa karena bel ini dianggap bisa memberikan keberuntungan.
Duka di balik keindahan Kremlin, Moskow, Rusia

Mengunjungi Moskow di musim panas, saat hari panjang karena matahari baru benar – benar tenggelam pukul 22.00, saat yang baik untuk menikmati kekayaan sejarah, budaya, dan tempat populer lainnya di Moskow. Setidaknya untuk Kremlin dan Lapangan Merah yang luas dan menarik itu.
Lapangan Merah dengan panjang 695 meter dan lebar 130 meter itu terkenal sebagai tempat parade militer dan perayaan lainnya. Kata "merah" bukan dari sekitar benteng yang dominan merah atau lambang komunis. Tetapi "merah" dalam bahasa Rusia juga mengacu pada arti indah.
Setiap gedung di Lapangan Merah punya legendanya sendiri. Di sini ada Kuburan Lenin, persis di depan benteng Kremlin, Katedral Saint Basil yang terkenal dengan keindahannya, pusat perbelanjaan GUM, serta Museum Sejarah.
Tubuh pemimpin Uni Soviet Vladimir Lenin yang dibalsem bisa dilihat publik sejak meninggal tahun 1924. Pada hari meninggalnya Lenin, Pemerintah Uni Soviet menerima 10.000 telegram dari seluruh Rusia, yang meminta supaya tubuh Lenin bisa dilihat generasi mendatang. Setiap tanggal 21 Januari kuburan ini didatangi banyak orang yang mengirimkan rangkaian bunga. Di sebelah tubuh Lenin ada juga tubuh Joseph Stalin yang meninggal pada 31 Desember 1953.
Keindahan yang mencolok dari Lapangan Merah adalah Katedral Saint Basil, salah satu menara – menara katedral yang karakteristik unik dengan warna – warna atraktif.
Namun, di balik keindahan katedral yang dibangun saat Ivan the Terrible berkuasa pada abad ke–15 tersimpan cerita duka. Arsiteknya, Postnik Yakovlev, sengaja dibutakan atas perintah Ivan untuk mencegah dia membangun katedral yang lebih indah dari Saint Basil. Katedral itu dibangun untuk memperingati keberhasilan Ivan the Terrible melawan Tartar Mongolia pada tahun 1552 dalam pengepungan kota Kazan.                                         Katedral yang terdiri dari sembilan kapel dengan keunikannya masing – masing itu didesain berdasarkan simbol keyakinan yang kuat, dan dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang Jerusalem Baru, yakni Kerajaan Surga yang dilukiskan di Kitab Wahyu.                                                                                                             Keindahan Saint Basil ini juga pernah menggoda hati Napoleon. Dia bersikeras hendak memindahkan katedral ini ke Paris, tetapi tidak ada teknologi yang memadai. Kemudian, Napoleon memerintahkan supaya katedral itu dihancurkan dengan meledakkan mesiu, namun tiba – tiba turun hujan. Penghancuran pun gagal total.                                Pada masa komunis di bawah rezim Bolshevik, katedral ditutup dan pemimpin gereja dibunuh. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Stalin, teman dekatnya, Lazar Kaganovich, yang menjabat Direktur Perencanaan Rekonstruksi Lapangan Merah, menyarankan supaya katedral dirobohkan. Tujuannya supaya Lapangan Merah semakin luas serta memudahkan pergerakan parade publik dan pergerakan kendaraan bermotor di lapangan.
Beruntung Stalin menolak ide itu. Penolakan itu berkat keberanian arsitek dan pemerhati budaya Rusia, P Baranovsky yang ketika diperintahkan untuk merobohkan gereja, dia menolak dan mengancam akan memotong tenggorokannya.                                               Lalu dia mengirim telegram secara panjang lebar soal penolakannya itu. Stalin akhirnya membatalkan penghancuran dan sebagai upahnya, Baranovsky dihadiahi lima tahun penjara.                                                                                                                                Katedral lain yang indah di luar Kremlin adalah Katedral Yesus Juru Selamat. Kubah besar yang bercahaya kuning dan struktur besar dari bangunan baru katedral terlihat di semua pusat Kota Moskow dan merupakan gereja terbesar di Rusia. Gereja asli yang dibangun oleh Konstantin Ton tahun 1839 – 1881 untuk memperingati kemenangan Rusia melawan Napoleon. Dan pada tahun 1933 gereja dihancurkan atas perintah Stalin.              Selain itu ada pula Katedral Ortodoks yang di semua dindingnya dipenuhi lukisan religius orang – orang suci. Katedral itu dibangun kembali tahun 1990an. Katedral Ortodoks merupakan sebuah gereja, walau tidak sebesar Katedral Yesus Juru Selamat. Di gereja ini pengunjung bisa melihat simbol dari kebangkitan spiritual Rusia setelah diperintah Komunis.
Ketika lelah berjalan – jalan mengelilingi Kremlin, wisatawan banyak yang berperahu di Sungai Moskow. Dengan menyusuri sungai ini, kita tetap bisa melihat landmark Moskow yang diidentikkan dengan Kremlin. Di tengah sungai, juga ada Patung Peter the Great. Dengan ongkos 250 rubel untuk dewasa dan 150 rubel untuk anak – anak, selama satu jam pengunjung menikmati keindahan Moskow, termasuk melintasi Gorky Park.
KREMLIN Moskwa Rusia

Indonesia Atllantis Kedua

Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi
berbagai letusan gunung berapi secara serentakyang menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebut benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of  Plato‘s Lost Civilization yang dirilis tahun 2005. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Menurutnya, sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Para peneliti dari Amerika Serikat juga menyatakan bahwa Atlantis adalah Indonesia. Hingga kini cerita tentang benua Atlantis yang hilang masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.
Bagi para arkeolog atau oceanografer moderen, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik.
Sebagian arkeolog Amerika Serikat bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.
Memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable. Yang jelas, benar bahwa ada sebuah daratan besar yang dahulu kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira -kira dua kali negara India. Daratan itu hilang, dan kini tinggal Sumatra, Jawa, atau Kalimantan.
Pada dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang tenggelam setelah zaman es. Hipotesa itu didasari pada kajian ilmiah mengingat makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Tema ini, bahkan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium internasional di Solo, 28 - 30 Juni 2005.
Menurut para peneliti, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.
Lalu mereka menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.
Dominasi Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah. Rumpun ini paling luas tersebar, mencakup lebih dari 1.200 bahasa dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur.
Menurut saya, sah - sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang atau benua tersebut adalah Indonesia, meski itu masih menjadi perdebatan.

Sahabat... Sahabat... Sahabat...

Sahabat..
Ya. Kata itu selalu kita ucapkan...
Sahabat memanglah segalanya... Tapi, kadang sahabat juga tak berarti jika di aberkhianat. Sama saja dia menusuk dari belakang.
Sebenarnya, apa sih arti sahabat itu ? Untuk saya pribadi, sahabat itu selalu ada saat kita membutuhkan saat suka maupun duka, mau berbagi, tulus bersahabat, tidak membicarakan sahabatnya dibelakang, setia menjalin persahabatan, dan yang gak kalah penting sahabat itu bisa memaklumi kekurangan sahabatnya sendiri.
Kadang, sahabat yang kita anggap sohib, ternyata berbalik. Menghianati sahabatnya sendiri hanya karna mungkin dia iri. Padahal, iri  itu tidak baik. Lebih baik kita belajar dari teman kita itu. Siapa tahu kita bisa jadi seperti mereka. Bukannya lebih bermanfaat ???
Ya, seperti itulah. Karna kita sendiri pun sering tak bisa memaklumi sahabatnya sendiri. Jadi berkacalah kepada orang yang mampu menjadi sahabat baik melebihimu untuk sahabatmu.

Jika teman kita memiliki kekurangan, janganlah engkau jelek - jelekkan. Terimalah dia. Motivasi dia ! Kalau sahabatmu mampu berubah karenamu, itu pahalanya besar. Banyak acungan jempol. Kitapun menjadi contoh bagi banyak orang.... Bermanfaat, kan ?

Selain itu, kita juga harus berusaha menjadi sahabat terbaik untuk sahabat kita. Oke ?


(Sedikit banyak cerita pribadi di kehidupan)

Senin, 06 Desember 2010

Inilah Hidup

Setiap langkah kakiku, kini menjadi perhitungan.......
Setiap butir kata, kini menjadi pertimbangan

Hidup sekarang telah berubah,..... Kini aku harus bersiap menjadi orang..... Dulu jika aku masih bebas bermain, semua bagaikan bulu yang dihambur - hamburkan... terbang bebas tak dihiraukan,,,,.......
Tapi, kini aku telah berubah dan aku harus berubah... Akupun harus mulai berfikir dalam bertindak dan lebih dewasa..... Belajarku untuk masa depan harus aku pikirkan dan aku lakukan secara rutin. Tak lain dan tak bukan adalah untuk bahan persiapanku menyongsong masa depan.

Belajar menjadi orang yang menghargai orang lain, dan menghormati orang lain... Adalah kunci awal kita meraih kesuksesan,... karena dengan saling menghormati dan menghargai, kita menjadi sadar akan adanya hidup bersama, dan itulah kunci emas kita untuk meraih kehidupan kita di masa depan kelak.

Pedoman hidupku sekarang adalah : Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Mengapa ?
Karena, di dalam roda kehidupanku, tak jarang pula aku gagal... Malah aku sering gagal. Tetapi, dari kegagalan itu, aku mendapat batu pijakan untuk berhasil di kesempatan berikutnya, atau sebagai jembatan emasku untuk menjadi yang terbaik

Kata - kata yang sekarang menjadi peganganku adalah : You are always help the other people. Because, that goodness character...... ( Selalulah kamu membantu orang lain, Karena itu adalah perbuatan yang terpuji )
Mengapa kata - kata itu sekarang menjadi peganganku ?
Karena, kita adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, jika kita membantu orang lain, Insyaallah jika kita membutuhkan bantuan orang lain, kita akan mereka bantu pula.

Dan INILAH HIDUP..............!!!!!!!!!!!!!! Roda berputar yang tak henti dan ribuan bait puisi kehidupan.

Minggu, 05 Desember 2010

Ceritaku Pertama Mengenal Bangku Sekolah

Namaku MAULIDA ABDILLAH ALFARUQY. Aku lahir di Wonogiri, 12 November 1997. Ayahku bernama Drs.WIYONO, MSI. Ibuku bernama Dra. SITI SAFUROH, MSI. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku bernama Muhammad Zulfa Alfaruqy.
Keluarga kecilku ini tinggal di sebuah desa yang bisa dikatakan desaaaaaaaa sekali atau bahkan bisa dikataka sebagai kota...... Tanjungsari RT 13 RW IV, Talunombo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah 57673.
Tahun ini aku baru saja lulus dari sebuah sekolah yang hebat mahadahsyat..... di sekolah inilah aku mulai mengenal A, B, C, ... aku mulai menlis, mengenal dunia. dan start awalku untuk belajar membaca.
Ya. SD.... Aku baru saja lulus SD. SD hebat yang berhasil mendidik siswa seangkatanku hingga mereka berhasil sekolah di sekolah impian mereka. "SD NEGERI 1 TALUNOMBO" Teman - teman seangkataku hanya berjumlah 19 orang. Tapi kami saling menyayangi. Samapi sekarang 19 nama itu masih ada di benakku dan selalu ada. Karena 6 tahun bukanlah waktu yag singkat,,,,,.....
Sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 SD tentunya banyak hal - hal menarik yang terjadi. Hingga akhirnya aku harus berpisah dengan mereka di hari kelam kelabu yang membuat aq menjatuhkan butir butir air mataku. Hari perpisahan yang memilukan itu tak lain adalah Kamis, 24 Juni 2010. Dan itulah saat terakhirku menjadi bagian dari SD NEGERI 1 TALUNOMBO.
Tak terasa 6 tahun berlalu... sungguh singkat... perpisahan itu membuat aku merasakan duka berpisah dengan sahabatku sebelumnya. Bukan dalam artian berpisah dengan sahabat TK tidak menyakitkan, Tapi itulah sulitnya berpisah dengan kawan yang telah belajar bersama dan tinggal bersama di sekolah dasar selama 6tahun. Saat itu SD NEGERI 1 TALUNOMBO di bawah pimpinan Pak Ali Supomo, A.Ma. Pd.

Sekarang aku sudah kelas 7 SMP. Aku bersekolah di SMP NEGERI 1 BATURETNO  tepatnya di kelas 7 Bilingual.....
Setiap aku pergi maupun pulang ke rumah, ada pemandangan indah yang selalu aku lewati..., Itu tak lain dan tak bukan adalah SD NEGERI 1 TALUNOMBOku tercinta....  Aku selalu menangis di dalam hati,.,.,.  Aku memang bahagia dan senang sekolah di SMP sekarang. Tapi, tak mudah bagi seorang Maulida Abdillah Alfaruqy untuk melupakan walau hanya sedetik sekolah SDnya itu.. Karena, di sanalah awalmula aku belajar menjadi orang, belajar mengenal dunia, belajar menghargai orang sejakdini, dan belajar apapun sejak awal di SD itulah aku mulai.....

Wahai guru - guru SDku! Aku tak akan pernah melupakan kalian.... nama kalian telah terukir di dalam lubuk hatiku.... Semacam tirta kehidupan Nur Zaman. Terima kasih Guru - guru SDku !!!
Sekarang, jika aku melewati SD ku itu dadaku terasa sesak tak terperikan.. Disanalah tempatku pertama mengenal A,B,C mengenal membaca, mengenal dunia, dan masih banyak lagi.
Sampai sekarang, aku masih mengenang dan mengingat mereka. Dan AKU TAK KAN PERNAH MELUPAKAN GURU GURU SDKU begitu juga KAWAN KAWAN SDKU. Pegang Janjiku itu, Pak/Bu Guru, Teman teman SDku


Spesial Teruntuk : Pak Ali Supomo, A.Ma.Pd, Pak Sukamto, A. Ma. Pd ( Guru Kelas 6ku / Guru IPA, Guru Matematika, Guru Bahasa Jawa) , Bu Wahyuni, A. Ma ( Guru kelas 5ku / Guru Bahasa Indonesia ), Pak Saiman, A.Ma dan BU Soinah, S. Pd. SD. ( Guru Kelas 4ku / Guru IPS ), Bu Sularsih ( Guru kelas 3ku ), Bu Sri Hartanti, A. Ma. Pd ( Guru Kelas 2ku / Guru Kesenian ), Pak Kasdi ( Guru Kelas 1ku), Pak Sahli, A.Ma ( Guru Agama Islam ), Bu Sugiyanti ( Guru Agama Kristen- Katholik ), Pak Suroto ( Guru Olahraga ), Pak Sulardi ( Guru multitalenta IPA, IPS, Matematika, Kesenian, pinter Olahraga)Bu Yuni Sumartyani ( Guru Pkn ), Bu Haryani ( Guru Bahasa Inggris ), Pak Djaiz ( Penjaga Sekolah ).

Dan 19 orang murid yang baik - baik itu :

Tri Wibowo
Aris Subroto
Erma Tri Hastuti
Tri Prasetyo
Iput Puspita Wardiana
Tri Ari Setyawan
Bella Mardhika Putri
Cintya Agustina Mawarni
Dawson Emeraldo
Deta Setyawan
Gustabtri Inez Fauziyyah
Liza Tyas Tika
MAULIDA ABDILLAH ALFARUQY
Nur Jannah
Doni Ardiansyah
Retno Wati
Rosita Kusumaningrum
Rustardianto Aji Pratama
Cahyo Agung Prabowo




THANKS ALL............